Senin, 14 Januari 2013

Matahari Luntur

Saat mentari menerobos masuk ke celah jendela timur rumahku,
ia tak menari-nari
tak seperti menari-nari
saat lewat genting kaca di atas
dapur sebuah rumah lain di ujung sana

Lalu dalam diam gelisahku
kusaksikan mentari luntur
tersembur jingga menyeruak
Melumuri awan-awan putih
sedikit kelabu

Pertanda
mentari kan matikah
atau ia saking gembiranya
ingin berbagi warna
dan cahaya
pada awan-awan kelabu ?
Kamis, 10 Januari 2013

Tiga Karya

Tak terasa kini hari Jumat, esok sabtu pagi aku harus ke kampung halaman keduaku, yaitu Sangata, Kutai Timur. Sebuah kota kecil di bagian utara Kalimantan Timur. Sebenarnya aku sedikit berharap bahwa bisa diundur pulangnya, tapi orang tuaku memintaku segera pulang, maka aku segera pulang.

Karena sebenarnya, pada hari Minggu 13 Januari 2013, Solo Art mengadakan display lukisan-lukisan karya seniman-seniman dari Solo dan aku ikut berpartisipasi dalam display tersebut. Rencananya pameran singkat itu akan diadakan di depan Museum Radya Pustaka, Surakarta, bertepatan dengan kegiatan Car Free Day.

Kali ini, hanya tiga karya yang akan kutampilkan, karena aku terburu-buru dan belum sempat membuat frame lukisan-lukisanku. Lukisan pertama, adalah lukisan Pasar Gede.



Rabu, 09 Januari 2013

Syukur, Ikhtiar, dan Kapan

Di saat diri dalam keadaan sadar, banyak nikmat-nikmat yang tersyukuri, teringat jelas, meski itu hanya sebagian kecil. Karena sungguh banyak nikmat-nikmat lain yang tersembunyi, maksud saya adalah tidak terhitung. Bukankah nafas ini, kita tak pernah memintanya?




Saat diri tengah berada di kesibukan duniawi luar biasa padatnya, sama sekali sulit mengingat nikmat-nikmat tersebut. Lalu berhentilah, istirahatlah sejenak. Lalu tersentak, betapa banyak kemudahan-kemudahan yang telah Allah berikan selama ini. Rizqi yang selama ini kita anggap kecil, atau hanya seperti angin lewat. Tidak, bahkan saya terkesima mendapati kenyataan-kenyataan bahwa semua yang telah saya dapatkan, banyak atau sedikit, itu adalah karunia Allah. Kali ini saya menyempitkan makna rizqi pada finansial, karena sungguh saya tidak ragu bahwa kesehatan, kelapangan, keceriaan, dan segala macamnya, juga termasuk rizqi.

Tak terasa, satu persatu ikhtiar yang dilakukan untuk mencari karunia Allah, berbuah menjelma menjadi bercabang, ada ikhtiar lain tercipta dari satu ikhtiar. Dulu saya hanya melukis, hobi saja, lalu Allah membuka pintu rizqi saya pada hal itu. Bukankah setiap ada pesanan adalah rizqi? kadang saya malu karena jarang menyadarinya.

Selasa, 08 Januari 2013

catatan perjalanan : Solo-Jogja, Sebuah Perkenalan

Perjalanan ini sempat tertunda, awalnya direncanakan akan dilaksanakan pada 31 Desember 2012, namun karena kesibukan beberapa teman yang berbentura, akhirnya kami tunda sampai 4 Januari 2013.
Ada lima orang yang ikut, saya sendiri, lalu teman-teman saya, ada mas Widayat, mas Muchtar Hanafi, Ahmad, dan Zuhdi. Kami melakukan berjalanan yang mungkin sudah banyak dilakukan orang lain, yaitu berjalan kaki dari kota Solo ke kota Jogja.

Sore itu, pukul 16.00 tanggal 4 Januari 2013, haru Jumat, hujan masih turun sejak sholat Jumat. Saya menanti teman-teman di masjid Al-Fata Petoran. lalu akhirnya pukul 16.20 mereka datang, mas Widayat dan mas Muchtar. Kami memarkir motor di rumah kakek saya, lalu pukul 16.30 akhirnya kami berangkat.  Dengan mengenakan jas hujan, kami berjalan perlahan.

Perjalanan pembuka ini amat sangat santai menyenangkan. Tak terasa, dengan melewati jalan poros utama Solo, lewat RSUD Moewardi, lalu kami belok ke selatan ke arah Pasar Gede, lalu kami melewat Bank Indonesia yang megah dan mewah. Setelah itu kami memutuskan melewati Slamet Riyadi dari timur, tidak jadi melewati jalan Ronggo warsito karena terlalu padat.

Kamis, 03 Januari 2013

Matahari di Kegelapan

Pekat - Hanging Sunflower

Ini adalah hasil jepretan saya kemarin malam, 3 Januari 2013.
Jadi ceritanya bunga matahari saya sebentar lagi bisa panen biji, sehingga harus dikeringkan dulu. Matahari bersinar lebih sebentar, kalau siang datang pasti segera saya ungsikan ke kamar, entah taruh lantai, atau ditempel di barang elektronik yang memiliki panas.

Saat itu akhirnya saya ada ide untuk mengikat empat buah bunga tersebut pada bagian tangkainya dan saya ikat di lampu meja belajar saya.
Saya awalnya hanya punya ide untuk memotret "kesadisan" ini. Sadis, bunga yang cantik digantung-gantung layaknya terdakwa kasus kriminal berat.. Hehe...

Akhirnya saya bereksperimen untuk mengambil dari beberapa sudut, dan mencoba mematikan lampu kamar, dan inilah hasilnya. Dengan kamera digital saku biasa, Sony Cyber Shoot, bukan DSLR. Saya bukan seorang fotografer handal, jauh banget. Apalagi saya lebih sering melukis. Namun, dengan prinsip-prinsip lukisan, komposisinya saya coba masukkan ke dalam jepretan yang saya lakukan. Apapun yang dirasakan siapapun yang melihat foto ini, saya harus tak peduli jika dibilang jelek, tak jelas, biasa saja, dan lain-lain.

Maksudnya, saya tidak usah ambil pusing, jika diberi saran, dan ilmu baru, alhamdulillah. Kalau dibilang jelek, tak apa, karena entah dari sudut pandang apapun, dari perasaan saya, secara subjektif, saya begitu menikmati foto ini. Bahkan saya berencana mencetaknya agak besar dan dibingkai. Dipajang di kamar saya suatu saat nanti. Haha...

Rabu, 02 Januari 2013

Tulus

Rasanya, saya seperti digaplok pake buku. Eh, lebay ya ^^.

Saya harus mulai menyadari agar tak memberi respon spontan, semua harus dipikir matang, bijaksana, tanpa kendali emosi yang biasanya bisa merusak tatanan yang sudah ada. :)
Selasa, 01 Januari 2013

Sedikit Guncangan

Eh, sebentar, ini 1 Januari 2013?

Saya tidak merayakan tahun baru lho dengan heran begitu, hanya saja,
sebentar lagi, usia saya 20 tahun? hm...

Kalau saya menilai sisi eksternal maupun internal diri sendiri, rasanya saya masih terlalu bermental bocah.
Meski wajah terlihat tua hehe...

:o

INTERMEZO di sela tugas ^^