Saat mentari menerobos masuk ke celah jendela timur rumahku,
ia tak menari-nari
tak seperti menari-nari
saat lewat genting kaca di atas
dapur sebuah rumah lain di ujung sana
Lalu dalam diam gelisahku
kusaksikan mentari luntur
tersembur jingga menyeruak
Melumuri awan-awan putih
sedikit kelabu
Pertanda
mentari kan matikah
atau ia saking gembiranya
ingin berbagi warna
dan cahaya
pada awan-awan kelabu ?
Kamis, 10 Januari 2013
Tiga Karya
Tak terasa kini hari Jumat, esok sabtu pagi aku harus ke kampung halaman keduaku, yaitu Sangata, Kutai Timur. Sebuah kota kecil di bagian utara Kalimantan Timur. Sebenarnya aku sedikit berharap bahwa bisa diundur pulangnya, tapi orang tuaku memintaku segera pulang, maka aku segera pulang.
Karena sebenarnya, pada hari Minggu 13 Januari 2013, Solo Art mengadakan display lukisan-lukisan karya seniman-seniman dari Solo dan aku ikut berpartisipasi dalam display tersebut. Rencananya pameran singkat itu akan diadakan di depan Museum Radya Pustaka, Surakarta, bertepatan dengan kegiatan Car Free Day.
Kali ini, hanya tiga karya yang akan kutampilkan, karena aku terburu-buru dan belum sempat membuat frame lukisan-lukisanku. Lukisan pertama, adalah lukisan Pasar Gede.
Karena sebenarnya, pada hari Minggu 13 Januari 2013, Solo Art mengadakan display lukisan-lukisan karya seniman-seniman dari Solo dan aku ikut berpartisipasi dalam display tersebut. Rencananya pameran singkat itu akan diadakan di depan Museum Radya Pustaka, Surakarta, bertepatan dengan kegiatan Car Free Day.
Kali ini, hanya tiga karya yang akan kutampilkan, karena aku terburu-buru dan belum sempat membuat frame lukisan-lukisanku. Lukisan pertama, adalah lukisan Pasar Gede.
Rabu, 09 Januari 2013
Syukur, Ikhtiar, dan Kapan
Di saat diri dalam keadaan sadar, banyak nikmat-nikmat yang tersyukuri, teringat jelas, meski itu hanya sebagian kecil. Karena sungguh banyak nikmat-nikmat lain yang tersembunyi, maksud saya adalah tidak terhitung. Bukankah nafas ini, kita tak pernah memintanya?
Saat diri tengah berada di kesibukan duniawi luar biasa padatnya, sama sekali sulit mengingat nikmat-nikmat tersebut. Lalu berhentilah, istirahatlah sejenak. Lalu tersentak, betapa banyak kemudahan-kemudahan yang telah Allah berikan selama ini. Rizqi yang selama ini kita anggap kecil, atau hanya seperti angin lewat. Tidak, bahkan saya terkesima mendapati kenyataan-kenyataan bahwa semua yang telah saya dapatkan, banyak atau sedikit, itu adalah karunia Allah. Kali ini saya menyempitkan makna rizqi pada finansial, karena sungguh saya tidak ragu bahwa kesehatan, kelapangan, keceriaan, dan segala macamnya, juga termasuk rizqi.
Tak terasa, satu persatu ikhtiar yang dilakukan untuk mencari karunia Allah, berbuah menjelma menjadi bercabang, ada ikhtiar lain tercipta dari satu ikhtiar. Dulu saya hanya melukis, hobi saja, lalu Allah membuka pintu rizqi saya pada hal itu. Bukankah setiap ada pesanan adalah rizqi? kadang saya malu karena jarang menyadarinya.
Saat diri tengah berada di kesibukan duniawi luar biasa padatnya, sama sekali sulit mengingat nikmat-nikmat tersebut. Lalu berhentilah, istirahatlah sejenak. Lalu tersentak, betapa banyak kemudahan-kemudahan yang telah Allah berikan selama ini. Rizqi yang selama ini kita anggap kecil, atau hanya seperti angin lewat. Tidak, bahkan saya terkesima mendapati kenyataan-kenyataan bahwa semua yang telah saya dapatkan, banyak atau sedikit, itu adalah karunia Allah. Kali ini saya menyempitkan makna rizqi pada finansial, karena sungguh saya tidak ragu bahwa kesehatan, kelapangan, keceriaan, dan segala macamnya, juga termasuk rizqi.
Tak terasa, satu persatu ikhtiar yang dilakukan untuk mencari karunia Allah, berbuah menjelma menjadi bercabang, ada ikhtiar lain tercipta dari satu ikhtiar. Dulu saya hanya melukis, hobi saja, lalu Allah membuka pintu rizqi saya pada hal itu. Bukankah setiap ada pesanan adalah rizqi? kadang saya malu karena jarang menyadarinya.
Author:
Unknown
Label:
muhasabah

