Sabtu, 10 November 2012

Kepala semut, atau ekor Singa?

Tadi aku mengikuti sebuah seminar kewirausahaan, dan ada sebuah ucapan yang menarik dari sang pemateri, yaitu Syammahfudz Ghazali, seorang entrepeuner muda peraih penghargaan MURI,
"lebih baik menjadi kepala dari seekor semut, dari pada ekor dari seekor singa" tidak banyak dijelaskan maknanya, saat tadi pemateri menyampaikannya dengan terburu karena dibatasi waktu.

Dari yang kupahami, menjadi kepala dari seekor semut, bisa diartikan dengan, tidaklah mengapa kita menjadi bagian dari seekor semut yang kecil, tapi menjadi bagian kepalanya, artinya kitalah yang sepenuhnya mengendalikan tubuh semut tadi, untuk bergerak meraih mimpi-mimpi kita, daripada menjadi bagian dari seekor singa yang gagah menyeramkan, namun hanya sebagai ekornya saja, apalah artinya? ekor yang selalu ikut kemana tubuhnya pergi.

semut kecil tadi maksudnya bisa perusahaan kecil yang kita miliki. Meski kita berada dalam perusahaan yang kecil, namun kitalah pengatur sepenuhnya bagaimana perjalanan perusahaan tersebut. kita bisa memiliki karyawan yang bisa kita berdayakan.

Singa, bisa perlambang sebuah perusahaan skala besar, terkenal, dan branding yang populer, namuun ternyata kita hanyalah seorang karyawan yang hanya bisa bergantung pada perusahaan tersebut. (emer)

sumber gambar : http://graphicslava.com/wp-content/gallery/lion-pictures/lion_sunset.jpg
Selasa, 06 November 2012

Cinta (lagi)

Cinta,
sudah ribuan buku menceritakannya
sudah berjuta lisan membicarakannya
sudah berjuta manusia memikirkannya
atau lebih

ya,
kita semua butuh cinta,
fitrah mencintai dan dicintai,
namun sebelum itu semua terjadi,
sudahkah kita mengerti prioritas cinta nomor satu yang tak ada sesuatupun boleh mengganggunya?

Maaf, terpaksa saya jadi ingat lirik sebuah lagu ^^

"Kini baru aku sadari,
cinta bisa hadir tanpa disadari
dengan perlahan tapi pasti
merasuk di jiwa ini
sejenak khilafku lupakan dia yang miliki diriku..."

(Ari Lasso - Seandainya)

mungkin maksud pembuat lagu, kata "dia" ini mungkin manusia. atau "kekasih"nya..
namun jika kita jadikan dia sebagai "Dia" mungkin inilah yang perlu kita garis bawahi,
cinta kepada manusia kadang bisa membuat kita lupa akan Dia yang memiliki kita,
yuk kita mencinta yang patut di cinta.. ^^

Dialah Allah, sobat..
yang bumi dan langit,
seluruh isinya bertasbih mengagungkanNya.. :)
Senin, 05 November 2012

Menanam Cinta

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim..

kawan,
Jika Allah mencintai seorang hamba... 


Berkata Abu Hurairah ra. bahwasanya Nabi Saw. bersabda:


Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia Ta’ala memanggil Jibril as. seraya berfirman:


“Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan maka cintailah dia.”


Beliau Saw kemudian bersabda:



Maka Jibril as. pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil terhadap penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia’ Maka seluruh penghuni langit mencintainya. Kemudian di bumi ia diterima.

Apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia Ta’ala memanggil Jibril as. seraya berfirman:

“Sesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah ia”

Lalu ia dibenci oleh Jibril as. Kemudian Jibril as memanggil penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah membenci Fulan maka bencilah kamu sekalian terhadapnya’

Kemudian Beliau Saw. bersabda : Kemudian ia di bumi dibenci oleh orang-orang.

[Hadits Qudsi.3.5_Ditakhrijkan oleh Al Bukhari, Muslim] [MZ74-79]
***************************************************

#apakah nama kita sudah disiarkan dipenjuru langit oleh Jibril, bahwa kita dicintai Allah ya?

ini cinta yg sesungguhnya,
yang lebih patut dikejar2 smpai kapanpun..

mungkin ini jadi postingan perdana dalam blog ini, agar penulis bisa slalu terobsesi meraih cintaNya,
mendakwahkan sdkit apa yg diketahui, mencoba ber Fastabiqul Khoirot :)

(rzq_)
Cinta oh cinta...
sumber foto : 25three.blogspot.com

5 November 2012